Senin, 07 Oktober 2013

NIKAH MENUNGGU MAPAN?? Belajarlah Dari Kisah Ini

=====


SAHABAT SAYA, sebutlah ia, Jackly, aku bertanya kepadanya:

"Kapankah engkau menikah?"
"Saya menunggu mapan dulu, baru nanti menikah ...," jawabnya.

Kabarnya, hingga sekarang ia belum juga mapan dan belum juga menikah.

=====

Tiovind, sahabat karib saya yang satu ini telah menikah. Dan aku pernah pula bertanya kepadanya:

"Sudah berencana punya anak?"
"Saya menunggu punya rumah dulu, baru nanti akan merencanakan untuk memiliki anak ...," jawabnya.

Hingga lebih dari 8 tahun berikutnya, ternyata ia juga belum memiliki rumah dan belum juga memiliki anak.

=====

Sebuah pelajaran berharga.
  • Menikah menunggu mapan dulu = SALAH
  • Menikah dulu dan baru akan mapan kemudian = BENAR


  • Punya rumah dulu baru nanti punya anak = SALAH
  • Punya anak dulu dan Allah akan mengaruniai kita rezeki yang berlimpah = BENAR

=====

Sahabat sekalian, saya dahulu sebelum menikah, hidup rasanya apa adanya. Tidak ada wibawa dan kurang berkah. Dan alhamdulillah, sejak saya menikah, rezeki banyak berdatangan, saya mendapatkan lebih banyak keberkahan. Hidup betul-betul diberkahi oleh Allah.


Salam sukses buat Anda semuanya ....





Jikalau engkau sedang murung, datang-datanglah ke negeri kami, negeri kedamaian ...

Sabtu, 28 September 2013

KISAH PEDIH PEMAIN BULU TANGKIS LAPIS BAWAH


MAIMUN. Pemain bulu tangkis lapis bawah. Ke mana-mana selalu jadi ban serep. Tak pernah bisa berkesempatan untuk membuat prestasi. Akhirnya, ia membuat kemelut demi meyakinkan kepada pelatihnya, bahwa ia sesungguhnya bisa.
=====
"Pak pelatih, izinkan aku melawan Lilyana Natsir. Izinkanlah aku!! Saya pastikan bisa mengalahkannya. Andai aku kalah, maka silahkan gorok leher ananda!!"
=====
Ia mengucapkan hal tersebut berulang-ulang kali, lebih dari 50 kali. Kalimat yang sama. Akhirnya, pak pelatih tersebut berempati. Dan mempertemukan Maimun dengan Lilyana Natsir. Bertandinglah mereka.
=====


 
Maimun Gulung Tikar. Ia dibantai mampus oleh Lilyana Natsir. Skor 3 - 21 dan 2 - 21. Ia bersimbah kekalahan, babak belur. Pulang. Dan tak pernah mau bermain bulu tangkis lagi. Cerita akhir tentangnya: ia memutuskan diri untuk berjualan keripik ke pasar.
=====
Nah, bagaimanakah pendapat Anda tentang cerita ini??



Jikalau engkau sedang murung, datang-datanglah ke negeri kami, negeri kedamaian ...
Selamat datang di negeri kedamaian

Share ya ....

KLIK LIKE UNTUK MENDAPATKAN ARTIKEL MENARIK, GRATIS!!