Selasa, 07 Agustus 2018

PERSAMAAN JOKOWI DAN USTADZ ABDUL SOMAD

Tulisan Kreatif oleh: IPUNG ATRIA
(Presiden IBA)
Indonesia Bebas Asamurat

Ditulis tanggal: 17 Februari 2018

==========

Jokowi tinggi KURUS.
Ustadz Abdul Somad juga tinggi KURUS.

Jokowi roman mukanya CEKUNG.
Ustadz Abdul Somad juga roman mukanya CEKUNG.

Jokowi pintar MELAWAK.
Ustadz Abdul Somad juga pintar MELAWAK.

Jokowi jago membuat ORANG TERTAWA terbahak-bahak.
Ustadz Abdul Somad juga jago membuat ORANG TERTAWA terbahak-bahak.

Jokowi TERKENAL.
Ustadz Abdul Somad juga TERKENAL.

Jokowi tampilannya MERAKYAT.
Ustadz Abdul Somad juga tampilannya MERAKYAT.

Jokowi badannya kecil tapi SUARANYA BERAT.
Ustadz Abdul Somad juga badannya kecil tapi SUARANYA BERAT.

Jokowi kerap mengenakan HITAM PUTIH.
Ustadz Abdul Somad juga kerap mengenakan HITAM PUTIH.

Jokowi DIKAWAL puluhan mobil.
Ustadz Abdul Somad juga DIKAWAL puluhan mobil (tanpa meminta).

Jokowi gaya bicaranya APA ADANYA.
Ustadz Abdul Shomad juga gaya bicaranya APA ADANYA.

Jokowi tampil dihadiri RIBUAN ORANG.
Ustadz Abdul Shomad juga tampil dihadiri RIBUAN ORANG.

Banyak sekali KESAMAAN antara Jokowi dan Ustadz Abdul Shomad.

Dulu, susah sekali mendapati sosok yang mampu menandingi ketenaran Jokowi.
Tapi sekarang, telah hadir sosok baru yang sama persis tampilannya, bagai huruf “b” dan “d”, yang anak-anak TK kerap tertukar membacanya.

Inilah dia, Ustadz Abdul Somad, tokoh pendatang baru, tandingan untuk Jokowi, yang jutaan hati masyarakat mengelu-elukan kehadirannya.

Apakah Ustadz Abdul Somad akan menjadi “ancaman berat” buat Jokowi?

Waktu jualah yang akan menjawabnya ....

==========

Attachment:
Video puluhan anggota ormas menjaga kedatangan Ustadz Abdul Somad di Bandara H. Asan Sampit.

https://www.youtube.com/watch?v=pipFQMe6nzY




Sumber Gambar:
https://intiruh.blogspot.com/2018/02/jokowi-kalah-pamor-oleh-ustadz-abdul.html


Jikalau engkau sedang murung, datang-datanglah ke negeri kami, negeri kedamaian ...

Kamis, 02 Maret 2017

JUAL RUMAH MEWAH DI BANDUNG

Kami sedang Jual Rumah Mewah di Bandung, atau Jual Rumah Mewah Murah di Bandung. Bagi anda yang sedang Mencari Rumah Mewah di Bandung, atau mencari RUMAH VILLA DIJUAL DI BANDUNG, maka berikut ini kami infokan perihal spesifikasi rumah kami.

RUMAH BESAR | RUMAH VILLA 2 LANTAI

Luas Tanah: 1.425 m2
Luas Bangunan: 350 m2

Status: SHM (Sertifikat Hak Milik)

Kamar Tidur: 7 buah.
Kamar Pembantu: 2 buah.
Dapur: 2 buah.
Ruang Tamu: 2 buah.
Ruang Keluarga: 3 buah.
Garasi: 2 buah.
Taman yang sejuk dan luas.
Kolam ikan yang asri.
Jalan yang lebar, mobil yang masuk bisa langsung menerobos keluar, tidak perlu parkir maju mundur maju mundur seperti undur-undur.

Rumah ini sangat ideal bagi keluarga yang mendambakan hunian ramah lingkungan, sejuk, asri, luas, sehat, ramah anak, serta safety.

Berikut adalah beberapa foto rumah kami.
Terkait dengan info yang anda cari: jual rumah mewah bandung, jual rumah besar murah di bandung, dijual rumah mewah di bandung utara, jual rumah mewah di dago bandung, harga jual rumah mewah di bandung, rumah villa dijual di bandung.

Foto: Rumah tampak depan. 

Foto: Tampak pagar depan

Foto: Teras samping

Foto: View lantai 2

Foto: Diambil dari lantai 2

Foto: Taman yang luas. Bisa dibuat untuk camping, bikin tenda, berkemah keluarga, tempat yang favorit untuk anak-anak. Ramah lingkungan, anak-anak bisa bebas untuk berlari-lari dan berekspresi.

Foto: Ruang tamu ke Satu

Foto: Ruang tamu ke Dua.

Foto: Ruangan di Lantai 2

Foto: Salah satu kamar tidur

Foto: Kolam ikan

Foto: Halaman rumah yang luas di mana-mana. Bisa digunakan untuk apa saja, mulai dari: kejar-kejaran, perang-perangan, bermain jemblongan, dan lain sebagainya.

Alamat: Jalan Sariwangi 146, Cihanjuang. Bandung.

 
Dijual Cepat!
Hubungi segera: 08233 100 4433 (WhatsApp, SMS, Call)
Atau:
08233 121 6400 (SMS, Call)

==========

Ini sangat tepat bagi anda yang sedang mencari rumah besar atau rumah mewah di Bandung dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
jual rumah besar murah bandung
jual rumah mewah di antapani bandung
jual rumah mewah di cimahi bandung
jual rumah bagus di bandung
jual rumah besar bandung
jual rumah besar di bandung
rumah mewah dijual di bandung
rumah mewah dijual di bandung utara
jual rumah mewah di bandung ada kolam renang
rumah mewah dijual di antapani bandung
jual rumah villa bandung
jual beli rumah mewah di bandung

==========

Berikut ini adalah keyword yang sedang anda cari:

Jual rumah mewah di bandung, jual rumah mewah bandung, jual rumah besar murah di bandung, jual rumah besar murah bandung, jual rumah mewah di antapani bandung, jual rumah mewah di cimahi bandung, jual rumah mewah di bandung ada kolam renang, jual rumah mewah murah di bandung.

Dijual rumah mewah di bandung utara, jual rumah mewah di dago bandung, harga jual rumah mewah di bandung, jual beli rumah mewah di bandung, jual rumah bagus di bandung, jual rumah besar bandung, jual rumah besar di bandung.

Cari rumah mewah di bandung, rumah mewah dijual di bandung, rumah mewah dijual di bandung utara, rumah mewah dijual di antapani bandung, jual rumah villa bandung, rumah villa dijual di bandung.

Rabu, 29 Juli 2015

TRAGISNYA MALAM IDUL FITRI SAYA SEBAGAI RELAWAN DI SYRIA

INI PENGALAMAN paling menakjubkan bagi saya pada malam Idul Fitri 16 Juli 2015 yang lalu. Hidup di bawah desingan suara peluru. Suara bom yang sporadis menggelegar berkali-kali. Saya bertugas menjadi relawan kemanusiaan dari Indonesia untuk perdamaian Syria. Sebelumnya, saya masuk ke Syria melalui jalur utara, yakni melalui Turki. Dengan bantuan beberapa kawan di Turki akhirnya saya bisa berhasil masuk ke Syria.




Pada malam itu, suara peluru berdesing di mana-mana, menyambar-menyambar. Bom dan mortir berbaku hantam. Benar-benar memekakkan telinga. Saya berada di tengah-tengah kepungan pertempuran antara dua pasukan yang saling berseteru. Sembari mengenakan helm pengaman dan rompi seragam relawan, saya berlari cepat, sangat ketakutan.



Saya memutuskan untuk berlari dan bersembunyi di sebuah gudang tua bekas pabrik. Saya berlindung di balik sebuah tong besar. Kelimpungan meringkuk di tempat tersebut. Tapi, alangkah terkejutnya ketika tiba-tiba saya ditodong oleh seorang milisi bersenjata. Ia benar-benar menodongkan mulut senjata laras panjangnya tepat di kepala saya. Ia bersenjatakan KRISS Vector buatan Amerika. Tahukah anda? Senjata ini memiliki kecepatan peluru yang luar biasa, tidak tanggung-tanggung 1000 m/detik. Kalau kepala saya ditembak, mungkin akan pecah terurai-burai.




"Isytaagaaan!" Teriaknya keras sembari memberikan isyarat kepada saya untuk memerintahkan berdiri.

Lebih mengejutkan lagi, begitu saya berdiri. Saya melihat ternyata ia tidak sendirian. Ternyata ada banyak kawannya, mereka bersenjatakan laras panjang. Semuanya menodongkan senjatanya ke arah saya. Saya tidak tahu, mereka merupakan milisi dari pihak mana. Inilah sebuah situasi yang benar-benar sulit. Namun unik. Mengapa? Karena tidak semua orang bisa mengalami rasanya adrenalin ketika kepala ditodong oleh banyak senjata.

"Dalkha baaaaaad!!" Teriak lantang salah satu dari mereka.

Saya tidak tahu apa maksud dari teriakannya tersebut, saya langsung menjawab dengan bahasa Inggris dan bahasa Arab. Mudah-mudahan mereka mengerti maksud saya.

"I am from Indonesia. Afwan, ana Andunisi," jawab saya.

"Khostooo .... Khostoooo ...," teriak salah satu dari mereka yang spontan diikuti kesiap siagaan dari semua pasukan untuk lebih memperkencang todongan ke arah kepala saya. Pertanda perintah untuk menembak.

"I am just as volunteer," demikian statement saya untuk meyakinkan kepada mereka agar tidak menembak saya. Saya tidak tahu, mereka mengerti atau tidak dengan perkataan saya.

"Khostooo .... Khostooooo!!!!" Teriak seorang milisi lebih kencang.

Perintah menembak semakin kuat. Mereka semua mengencangkan senjatanya. Dan akhirnya, "Khostooooooo!!!!"

Dor!!! Saya terbangun. Jam menunjukkan pukul 23.17 WIB. Saya akhirnya benar-benar terbangun. Ternyata saya tadi telah tertidur lelap sembari diiringi suara desingan mercon yang berbunyi bersahut-sahutan di luar rumah. Syukurlah, semuanya ternyata hanya mimpi. Ah, dasar mercon.

Demikian. Terima gaji.

Salam Kerja 3 ER:
- Kerja PinTER
- Kerja BeNER
- Kerja BanTER




Jikalau engkau sedang murung, datang-datanglah ke negeri kami, negeri kedamaian ...

Kamis, 09 Juli 2015

CARA MENINGKATKAN OMSET DI SAAT LEBARAN

BANYAK YANG BERTANYA perihal ini: "Bagaimana cara meningkatkan omset di saat lebaran?" Okay, saya akan to the point kepada anda. Saya akan bagikan tips-tipsnya. Ikutilah cara cespleng berikut ini:

TIPS PERTAMA:
Bikinkan baju buat anak anda. Baju khusus. Yang sakunya banyak. Kalau perlu, sakunya ada 10 (sepuluh) buah. Semakin banyak semakin baik. Semakin banyak sakunya, akan semakin menambah probabilitas peningkatan omset anda di saat lebaran.



Bahkan, kalau perlu semua bagian pada pakaian ada sakunya. Baju yang banyak sakunya merupakan pengejawantahan dari sikap optimis dan kesiapan dalam usaha meningkatkan omset di saat lebaran.
OPTIMIS = Oke Pasti Tidak Miskin.
PESIMIS = Penyakit Si Miskin.

TIPS KEDUA:
Masing-masing saku harus ada tulisan angka disertai gambar. Tulisan angka berupa nilai uang: 2.000, 5.000, 10.000, 20.000, 50.000, 100.000, dan seterusnya. Gambar sebaiknya harus mencolok mata. Eye catching.
Berikut adalah panduan cara membikin gambarnya:
SAKU PERTAMA letakkan pada bagian paling bawah dari pakaian anak anda, cantumkan tulisan angka 2.000 kemudian berilah gambar tengkorak.



SAKU KEDUA ada angka 5.000 diberi tanda silang berwarna merah. Atau bisa juga dicantumkan gambar tanda: STOP atau tanda larangan berwarna merah.




SAKU KETIGA ada angka 10.000 diberi gambar jempol menghadap ke arah bawah.



SAKU KEEMPAT ada angka 20.000 diberi gambar jempol menghadap ke arah atas. Tanda setuju atau sepakat.



SAKU KELIMA ada angka 50.000 diberi tulisan YESS!!


SAKU KEENAM ada angka 100.000 diberi tulisan MANTAAAP!!


SAKU KETUJUH diberi logo kunci mobil.


Dan seterusnya. Terserah anda. Ingat!! Gambar harus kreatif!!


TIPS KETIGA:
Anda harus membuat list jadwal kunjungan per hari. Idul fitri ada 30 hari. Dan setiap hari harus ada jadwal kunjungan. Tidak boleh tidak!! Ingat, ini adalah effort, demi omset. Tiap hari harus ada jadwal minimal 10 kunjungan.

TIPS KEEMPAT:
Bikinlah juga jadwal kunjungan pada saat jam-jam makan. Dan harap dipastikan, pada saat bertepatan jam-jam makan berlangsung, anda harus sudah berada di rumah saudara yang anda kunjungi. Ini mengapa? Agar anda sekeluarga selama 30 hari lebaran tidak perlu masak dan tidak perlu keluar biaya makan sehari-hari.
Secara otomatis, ketika anda datang ke rumah saudara pada saat jam makan tiba, 90% saudara anda akan sungkan untuk tidak menghidangkan makanan. Minimal saudara anda akan berkata: "Sudah makan atau belum?" Naah .... Ketika menghadapi pertanyaan semacam ini, pastikan untuk jujur dengan menjawab: "Kebetulan belum". Ini bisa disebut sebagai: "The Power of Jam Makan Telah Tiba".

TIPS KELIMA:
Bikinlah anak sebanyak-banyaknya. Karena anda akan betul-betul merasakan mukjizat dari punya anak banyak ketika datang hari raya Idul Fitri. Mukjizat dari mana? Mukjizat omset. Ayo, kita hitung sama-sama.
  • 1 anak bisa mendapatkan omset 2 juta rupiah per hari. Berarti, dalam 30 hari bisa meraih pencapaian omset cash senilai: 60 juta rupiah.
  • Okay, itu hanya perhitungan omset dari punya 1 anak saja.
  • Kalau punya 3 anak? Pencapaian omset bisa 180 juta rupiah.
  • Kalau punya 5 anak? Pencapaian omset bisa 300 juta rupiah.
  • Lha kalau punya 9 anak? Pencapaian omset fixed bisa mencapai angka 540 juta rupiah. Wuih, setengah Milyar lebih, sodara-sodara. Kalah lah gaji Sekjen PBB Ban Ki-moon.

Baiklah, sekian dulu tips dari kami tentang cara meningkatkan omset di saat lebaran.
Selamat berlebaran Idul Fitri.
Salam sukses untuk anda semuanya ....





Jikalau engkau sedang murung, datang-datanglah ke negeri kami, negeri kedamaian ...





Senin, 27 April 2015

NOVEL JAMESBON MIRACLE BAB 2 - KARIR POLITIK

Miracle - 2
Karir Politik


“Politik itu mahal, bahkan untuk kalah pun kita harus mengeluarkan banyak uang.”

— WILL ROGERS, PELAWAK POLITIK


INI ADALAH romantika. Romantika politik yang jahat kala itu, hingga menenggelamkan kehidupan keluarga kami tanpa ampun.

Seorang ayahku, aku mengenalnya dari cerita-cerita tentangnya bahwa ia adalah sosok pribadi yang tampan, berwibawa, dan pandai mengaji. Semenjak belia, ia sangat populer di seantero penjuru desa sebagai seorang pria yang langganan juara satu di berbagai lomba membaca Al Quran dan berpidato. Selain itu, bak pujangga kawakan ia amat cakap dalam berpuisi dan melatih bela diri. Di samping karena kakekku yang telah lama meninggal adalah seorang haji yang dermawan, ayahku memang benar-benar berkepribadian populis.


Ia amat berkapabilitas dalam soal berbicara dan berpidato. Kemampuannya dalam menyusun kata-kata sangat bagus. Daya akustik suaranya sangat bertenaga. Gesture tubuhnya tegap, kulitnya kuning, matanya lentik dan indah. Ia mempunyai kepribadian koleris sang pemimpin. Semua hal tentang ruang kharismanya terletak pada cara ia menyisir rambutnya yang senantiasa terawat rapi. Itulah alasannya mengapa dahulu ayah sampai diterima tatkala meminang ibuku yang notabene seorang kembang di desanya.

Namun malam itu rumah kami ramai didatangi banyak orang, karena beredar kabar bahwa ayahku sedang mencalonkan diri menjadi kepala desa. Ayah menebar senyum di mana-mana. Senyumannya beraroma wibawa. Hampir setiap hari ibuku sibuk menyiapkan kudapan dan aneka minuman. Ibarat rumah seorang calon legislatif yang sedang aktif membangun komunikasi politik, rumah kami tak pernah sepi sejak pagi hingga paginya lagi.


Ayah hanyalah seorang petani kecil yang juga pintar berdagang barang apa saja. Ia mengawali karir politiknya dari menjadi seorang pamong desa bidang pembangunan. Memang, sejak lama telah banyak tokoh dan kalangan masyarakat desa yang mendorong keras agar ayah ikut dalam pencalonan kepala desa, salah satu sebabnya adalah karena ayah memiliki reputasi sebagai pria yang memang pantas memegang posisi itu. Sehingga tatkala beliau telah resmi mendaftarkan diri dalam bursa pencalonan, rumah kami mendadak banjir dukungan mulai dari para mantan kepala desa, tokoh-tokoh, sesepuh, para guru, saudagar terhormat, hingga para ustadz dari pesantren-pesantren.


Hingga saat daftar calon kepala desa telah resmi diterbitkan, hanya ada dua orang yang telah mendaftarkan diri. Seseorang bernama Sukandar: diwakili oleh gambar jagung, dan seorang yang lain adalah ayahku: diwakili oleh gambar padi. Inilah bentuk demokrasi di negeri kami kala itu.


Pembaca budiman, cerita tentang karir politik ayahku ini akan aku lanjutkan. Namun aku mohon maaf beribu-ribu maaf, karena pada beberapa bagian bab di awal ini, ceritanya akan lebih banyak berhubungan dengan persoalan politik, sehingga bahasanya amat kepolitik-politikan.


Ibarat wortel busuk berwarna hitam kemerah-merahan dihidangkan agar kita berkenan memakannya, sungguh tak sedikit dari kita—termasuk aku sendiri—yang enggan mengunyah kata politik ke tataran benak pikir.


“Politik itu jahat dan akan menyusahkan siapa saja …,” demikian ibuku pernah berkata.


Namun pada faktanya, politik itu ada, harus ada, dan menjadi kebutuhan kita. Nah, aku ingin menceritakan semua ini untukmu sahabatku ….


----- o0o -----

Sebuah sejarah terjadi tatkala genderang aba-aba dibukanya masa kampanye di panggung politik desa kami ditabuh! Satu hal yang masih diingat oleh ibuku hingga kini: keluarga kami mulai merasakan kehidupan yang terlunta-lunta sejak ini.

Hampir kebanyakan orang akan berkata bahwa pesta pemilihan terpanas di negeri kita adalah pemilihan petinggi desa. Oleh karena masa menjelang itu adalah masa ketika eksistensi sesungguhnya dari sebuah nama betul-betul dipertaruhkan habis-habisan. Kedua pihak—blok jagung dan blok padi—saling berkompetisi untuk berperang dalam menebar pesona dan membangun reputasi yang tinggi di mata masyarakat.


Komunikasi politik dibangun dengan cara menggalang simpati dan dukungan sebanyak-banyaknya dari berbagai tokoh dan kalangan. Aksi dukung-mendukung terjadi. Namun dukungan kepada pihak ayah ternyata jauh lebih banyak. Mayoritas tokoh-tokoh besar di desa kami lebih tertarik untuk mendukung perjuangan ayah. Tak terkecuali pada kebanyakan masyarakat, mereka mengelu-elukan dan berharap besar agar ayah menang.


Ibarat kala itu ada sebuah lembaga survey yang berani melakukan riset, maka dapat dipastikan bahwa prediksi kemenangan jelas ada di pihak gambar padi, dengan kategori: menang telak.

Salah satu alasannya adalah karena sejak lama masyarakat telah memandang sosok Sukandar sebagai orang yang mempunyai reputasi pemabuk. Namun satu fakta tentang nilai lebih yang ia miliki: ia amat kaya raya. Sukandar adalah seorang juragan besar yang mendapatkan banyak harta warisan dari ayahnya yang memang sejak dahulunya kaya raya.


Barangkali, demikianlah intrik kehidupan di negeri kita sejak dahulu: orang yang memiliki uang, maka ia memiliki kans besar untuk mewujudkan segala keinginannya, tak terkecuali untuk menjadi seorang pemimpin, meskipun pemabuk.

Awalnya masa kampanye berjalan dengan biasa adanya. Masing-masing pihak berkompetisi dengan melakukan effort adu cepat untuk meraih sebanyak-banyaknya popularitas di mata masyarakat. Setiap hari ayah nyaris sibuk menghabiskan waktunya untuk menemui para kader dan tim sukses. Kalau boleh aku membahasakannya dengan bahasa yang lebih agak rumit namun tampan sebagaimana orang-orang di Jakarta kerap bersilat kata di layar televisi, sebagai langkah aksebilitas politik, masing-masing pihak berjuang mengupayakan untuk mendongkrak elektabilitas, kredibilitas, integritas, sensitivitas, dan popularitas dirinya selama masa kampanye. Aduhai, amat tampan kan bahasaku? Tahu maksudnya? Aku pun bingung tak tahu artinya. Ah, sudahlah ….


Pembaca budiman, pada masa itu ayah mulai gemar mengenakan gaun batik yang terlihat anggun. Ada saat-saat tertentu kadang beliau mengenakan setelan jas dan celana hitam yang menawan. Beliau mulai rajin berceramah di mana-mana.


“Kemakmuran rakyat adalah esensi spiritual dari nilai kekuasaan,” demikian ayah sering berujar.


Setiap hari Jumat tak akan pernah ia lewatkan waktu untuk berkhutbah ke Mesjid-Mesjid yang berbeda untuk setiap Jumatnya. Andai subuh, ia pun gemar berceramah subuh dari Langgar satu ke Langgar yang lain. Keluarga kami tersanjung, pada masa-masa kampanye ternyata ayah mempunyai profesi baru yang amat tampan: berceramah.


Namun, sebuah babak baru tiba-tiba terjadi. Politik hutan rimba mulai tampak tatkala suatu hari muncul kabar spektakuler di desa kami.


“Sukandar membagi-bagikan beras ke seantero desa ….!!!” demikian laporan dari salah seorang tim sukses ayah yang datang terbirit-birit pada suatu malam.


Ayah tersentak luar biasa demi mendengar ini. Kabarnya, Sukandar kemarin telah membagi-bagikan beras masing-masing 25 kg ke seluruh masyarakat calon pemilih di desa kami yang berjumlah lebih dari 2.500 orang. Sebuah serangan hebat membabi buta. Sejak inilah ayah mulai dilanda kebingungan luar biasa. Selama dua hari dua malam ia tak dapat tidur demi menumpahkan batinnya dalam rangka berpikir tentang langkah apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Apakah harus diupayakan untuk membalas serangan Sukandar yang telah disorientasi itu? Kalaupun demikian, ayah harus rela menjual seluruh tanah sawah miliknya.


“Tak ada uang, tak akan punya rakyat,” ujar beberapa orang makin memanas-manasi.


Dalam politik, acapkali manusia terpaksa dihadapkan pada persoalan yang menenggelamkannya agar tak dapat berpikir panjang, termasuk ayahku. Akhirnya ia tiba pada suatu keputusan untuk menjual seluruh tanah sawahnya dengan harga murah lantaran kepepet demi mengejar waktu. Ibu kerap ingin menangis demi melihat suaminya terjebak pada persoalan yang demikian.


Hingga terjadilah pada suatu hari tatkala seluruh ruangan di rumah kami menjadi penuh sesak lantaran dijejali berkarung-karung beras. Ribuan masyarakat antri berdatangan untuk menerima hibah tak diduga-duga dari ayah: sekarung beras 25 kg. Sebuah langkah balasan demi menebar jala politik sebesar-besarnya.

Atmosfer desa semakin memanas tatkala sehari berikutnya terdengar kabar yang menggegerkan bahwa pihak Sukandar kembali melakukan serangan jahat dengan membagi-bagikan sekarung beras 25 kg untuk yang kedua kalinya ke seantero masyarakat desa. Lebih mencengangkan lagi, khusus bagi tetangga-tetangga dekatnya, bisa meminjam uang kepadanya tanpa jaminan. Plus, ia berjanji bahwa jika ia terpilih, maka untuk hutang dibawah 100 ribu akan dibebaskan. Perlu diketahui, bahwa angka 100 ribu di tahun 80-an kurang lebih sama nilainya dengan angka 1 juta di tahun 2000. Sebagai tambahan lagi, jika seandainya ia tidak terpilih, maka beras 50 kg yang telah ia bagikan sebelumnya harus dikembalikan.


Sebuah kabar yang mengejutkan! Ayah mulai limbung dan merasa pening. Pikirannya semakin kalut dan runtuh berantakan. Bagaimana tidak? Ibarat dalam sebuah kemelut medan peperangan besar, ayah telah kehabisan amunisi peluru. Ayah sudah tak memiliki modal. Ia amat bingung untuk menyikapi langkah Sukandar yang telah membabi buta. Demi melihat situasi ini, ibuku yang penyabar berusaha membesarkan hati ayah dengan berkata, “Sudahlah, tak usah disikapi dengan gegabah. Urusan menang adalah urusan Allah. Mereka yang memiliki modal besar belum tentu akan menjadi pemenang kalau Allah tidak memperkenankannya.” Lantaran perkataan ibu inilah ayah mulai dapat berpikir jernih.


Pembaca, kalau boleh kita main hitung-hitungan, berapakah gaji sebenarnya untuk seorang petinggi desa? Aku pernah menanyakan hal ini kepada ibu. Beliau menjawab, “Paculen bengkok iku sampe gegermu bongkok!” (Dibaca: Cangkul saja tanah bengkok itu sampai punggungmu bongkok!)


Artinya, kepala desa tak pernah digaji. Gajinya hanyalah berupa tanah sawah bengkok desa yang dipinjamkan. Setelah masa jabatan usai, tanah sawah itu dikembalikan kepada desa. Sebagai gambaran, luas bengkok perangkat tiap daerah tidak sama, biasanya rata-rata luas bengkok seorang kepala desa sebesar 6 bahu atau 4,2 hektar.


Ajaibnya, ketika aku menghitung bahwa seandainya sawah tersebut digarap, maka hanya akan didapatkan sejumlah total uang pemasukan yang jauh lebih kecil daripada uang modal untuk kampanye sekelas Sukandar. Alias rugi total.

Di dunia ini ada beberapa fenomena yang tak dapat dijelaskan dengan sains. Misalnya, engkau pasti pernah mendengar legenda tentang UFOs yang tak bisa disangkal bahwa begitu banyak orang di dunia ini telah bersaksi melaporkan keberadaan Unidentified Flying Objects (UFOs), dari hikayat tentang piring terbang hingga mahluk berkepala botak dengan mata memanjang. Sebenarnya, adakah mahluk hidup selain manusia di luar sana? Itu adalah salah satu pertanyaan yang belum dapat dijelaskan oleh sains.




Demikian pula dalam perkara politik, mengapa begitu banyak orang di dunia ini yang ingin meraih tampuk kekuasaan untuk menjadi pimpinan dengan mempertaruhkan modal harta yang ukurannya jauh lebih besar daripada gaji yang akan diterima? Ah, ini pun termasuk pertanyaan yang tak dapat dijelaskan oleh sains, hingga sekarang.

Cerita tentang ini akan akan aku ceritakan lebih menarik pada bab-bab selanjutnya.



>>> LANJUT KE: NOVEL JAMESBON MIRACLE BAB 3

Notes:
Novel Jamesbon Miracle di-upload exclusive di blog ini secara berseri dan bertahap. Nantikan bab demi bab berikutnya. Mudah-mudahan menyenangkan bagi anda semua.



Jikalau engkau sedang murung, datang-datanglah ke negeri kami, negeri kedamaian ...


NOVEL JAMESBON MIRACLE BAB 1 - SEBUAH PROLOG—CERITA DARI IBUKU

Miracle - 1
Sebuah Prolog—Cerita Dari Ibuku

“Jika Anda hanya melakukan hal-hal yang mudah, hidup ini akan menjadi sulit. Akan tetapi, jika Anda rela melakukan hal-hal yang sulit, hidup ini akan menjadi mudah.”

 — T. HARV EKER


SUATU HARI di bulan Oktober saat musim penghujan di era tahun 80-an, ayahku yang malang, beliau memuntahkan darah segar berliter-liter dari perutnya. Gemuruh masyarakat berduyun-duyun menyaksikan sebuah peristiwa besar keluarga kami ini sebagai buah akibat dari pergolakan politik yang amat kejam.

Ayah dinaikkan ke atas bak mobil pickup secara tergesa-gesa untuk dilarikan ke rumah sakit. Darah bersimbahan dan tercecer ke segala tempat. Seorang wanita muda berlari sembari meratap demi menghampiri ayah yang terpuruk. Wanita itu adalah ibuku. Ia yang jelita dengan roman mukanya yang cantik bak kuntum freesia, tiba-tiba pesonanya pudar oleh muka pias yang ia tampilkan. Air mata membanjiri kerudung, wajah, dan batinnya. Seluruh kerabat, kolega, dan para rekan simpatisan riuh rendah meratapi nasib ayah yang tak pernah diduga oleh siapa pun. Seluruh anak-anaknya, termasuk aku sebagai putra bungsunya dilarikan ke rumah paman agar tak melihat kisah petaka mahaduka orang tuanya ini.


Semua cerita ini aku dapatkan dari ibuku tatkala aku menjelang dewasa. Aku tak pernah berkesempatan melihat kisah memilukan ini secara langsung, karena pada masa itu aku hanyalah seorang anak kecil berusia dua tahun yang pekerjaannya hanya gemar tertawa dan menangis meminta susu.


Sejak peristiwa bergejolak itu, kehidupan keluarga kami bak rakit kehilangan dayungnya. Prahara kemiskinan melanda kami bertahun-tahun. Ayahku tergolek tak berdaya selama tiga tahun di rumah sakit. Kami tak memiliki rumah atau pun benda-benda berharga, karena sedikit demi sedikit kami telah menjualnya secara murah. Kakakku yang sulung rela bekerja berpeluh-peluh menjadi buruh kasar demi sekolah adik-adiknya. Perjuangan hidupnya yang melarat ia buktikan dengan nekat berlari menempuh perjalanan sejauh tiga puluh kilometer demi ingin berangkat kuliah. Ia tak memiliki sepeda atau pun persediaan uang untuk naik angkutan umum.


Ketika untuk pertama kalinya mendengarkan cerita ini, aku tak dapat menyembunyikan sikap marahku kepada Tuhan. Sebagaimana aku pernah bertanya tentang mengapa Tuhan menurunkanku ke dunia ini, aku pun sempat berani bertanya, mengapa Tuhan tidak berbuat adil terhadap keluarga kami?


Aku tumbuh dalam situasi kemiskinan yang mengepung dan tak berbelas kasihan. Segala hal yang meliputi keluarga kami adalah perjuangan dalam melawan hantaman kemelaratan demi kehidupan yang lebih baik. Ketika aku akan bersekolah, ibuku rela berkeliling mencari pinjaman untuk pembelian beberapa helai kemeja dan celana seragamku. Demi membeli buku-buku sekolah, aku bersama kakak-kakak perempuanku pergi ke tepian pematang untuk tekun mengais sampah ceceran kedelai kotor yang tak seberapa nilai harganya.




Sebagai seorang anak kecil yang tumbuh bersama keluarga miskin, hampir aku tak pernah berpikir bahwa aku bisa bercita-cita tinggi dan dapat meraihnya, karena di usia yang aku belum bisa memaknai tentang arti kematian, ayahku berpulang.


“Ayah bekerja di tempat yang jauh …,” demikian kakak sulung kami kerap berkata.


Semenjak itu, hampir setiap pagi aku pergi ke tepian kali, menunggu ayahku datang. Aku selalu berharap besar pada batang-batang pisang yang hanyut, barangkali ayahku sedang terhanyut, sehingga aku bisa menyelamatkannya. Dan ternyata, ayahku tak pernah datang lagi.


Namun beberapa puluh tahun kemudian, cerita tentang ayahku yang malang itu sirna. Aku bangga menjadi orang miskin. Kemiskinan betul-betul telah mendidikku untuk survive dan membimbingku agar pantang mengibarkan kata-kata menyerah dalam setiap medan kehidupan yang curam sekalipun.


Tuhan memiliki kuasa besar dalam memberikan miracle kepada hamba-hambaNya yang mau berusaha dan tak pernah berputus asa. Aku percaya tentang miracle. Siapakah yang pernah menyangka bahwa anak yatim miskin dari desa ini ternyata kelak akan mewujudkan mimpi-mimpi dan harapan hidupnya? Semuanya akan aku ceritakan di sini. Di buku ini, sahabatku.


Pembaca budiman, sebenarnya aku tak pernah ingin bercerita tentang ini semua. Aku terlampau malu. Namun, berhubung demi Engkau semua, dengan senang hati aku akan menceritakan semuanya. Tentang ayahku yang malang, tentang petualanganku yang konyol, tolol dan dugal semacam tukang begal, serta tentang berbagai keajaiban. Yakni tentang kejaiban hidup yang menggetarkan, keajaiban keberanian yang menantang, keajaiban pertolongan Tuhan yang menakjubkan, dan tentunya juga, keajaiban cinta yang amat memesona ….


>>> LANJUT KE: NOVEL JAMESBON MIRACLE BAB 2

Notes:
Novel Jamesbon Miracle di-upload exclusive di blog ini secara berseri dan bertahap. Nantikan bab demi bab berikutnya. Mudah-mudahan menyenangkan bagi anda semua.



Jikalau engkau sedang murung, datang-datanglah ke negeri kami, negeri kedamaian ...
Selamat datang di negeri kedamaian

Share ya ....

KLIK LIKE UNTUK MENDAPATKAN ARTIKEL MENARIK, GRATIS!!