Jumat, 28 November 2014

METODE MARKETING TERHEBAT DI DUNIA (Ngakak Sampe Lompat)

Tulisan Kreatif Oleh: Ipung Atria

“BAGAIMANA CARANYA SAYA DAPAT KAYA RAYA DENGAN CEPAT?”

DEMIKIAN PERTANYAAN yang kerap merebak di dalam pikiran para pelaku usaha dalam rangka mencari solusi agar produk usahanya dapat laku keras sedemikian hingga dapat kaya raya seketika, terutama para pelaku usaha pemula.

Sebagai buah akibat dari makin pesatnya persaingan usaha, semua orang berupaya untuk memakai cara-cara baru ataupun yang sensational demi mewujudkan satu tujuan besarnya itu: laku keras. Di sinilah pentingnya satu action yang disebut MARKETING.

Nah, berbicara mengenai marketing, ada sebuah kisah hebat yang ingin saya ceritakan. Sahabat, Anda ingin tahu kisahnya? Ingin tahu? Bacalah kisah hebat berikut ini ….

=====

SEKITAR dua bulan yang lalu, datanglah seorang pria ke rumah saya. Ia masih muda dan sangat enerjik. Ia bercerita bahwa pasca di-PHK dari pabriknya, ia mendadak hendak digugat cerai oleh istrinya lantaran telah 5 bulan menganggur. SPP sekolah anaknya telah nunggak berbulan-bulan. Tagihan utangnya menumpuk bak gunung mau ambruk. Pekerjaannya di rumah cuman tidur, makan, facebook-an, tidur, makan, facebook-an, tidur, makan dan facebook-an lagi. Cuman itu-itu aja. Kalaupun ada pekerjaan yang hebat, itupun cuman nyiram-nyiram kembang di depan rumahnya. Merasa kebingungan, ia meminta solusi kepada saya. Saya jawab, “Lho, kok bingung? Bikin usaha aja!!”

“Usaha apa, mas?” tanyanya.

“Dari yang sederhana-sedehana aja dulu dah! Anda bisa keahlian apaan?” jawab saya.

“Ngga bisa apa-apa mas.”

“Potong rambut bisa ngga?”

“Ya kalau itu sih, jelek-jelek bisa lah ….”

“Noh, itu noh …. Buka aja gerai potong rambut!!” demikian jawaban dari saya mantap.

Usai mendengar saran saya tersebut, ternyata dua hari berikutnya, pria tersebut akhirnya membuka usaha potong rambut di sebuah komplek usaha potong rambut di wilayah Pasar Kebonagung, Pasuruan, Jawa Timur. Memang, di sana terdapat satu deretan toko panjang yang semuanya adalah usaha potong rambut.

Namun, lantaran tergolong masih baru, usahanya masih terlalu sepi, pelanggannya masih sedikit, dan kerapkali ia hanya murung menganggur di dalam tokonya demi melihat para kompetitor lainnya sedang sibuk melayani pelanggan yang sampai antri. Dengan sebab-musabab itulah ia mencoba untuk berkonsultasi kepada saya untuk yang kedua kalinya.

“Mas, bagaimana ya caranya supaya usaha saya bisa rame kayak antrian sembako?” tanyanya pedih.

“Pakai marketing dong!” jawab saya.

“Bagaimana caranya?”

“Kalau potong rambut di tempatnya sampean, berapa ongkosnya?”

“Enem ribu per kepala ….”

“Okay, kalau saya ambil seribunya, masih untung ngga?”

“Masih ….”

“Begini aja, setiap ada orang potong rambut, berikan dia satu teh botol gratis! Dari mana uangnya? Dari yang enam ribu itu, sisihkan seribu rupiah saja buat membeli teh botol. Pelanggan mana yang ngga seneng, sambil potong rambut masih dapat gratis teh botol. Hebat kan?”

Mendadak pria itu sumringah. Matanya seakan ingin melompat ke langit. “Oh, luar biasa idenya, mas. Terima kasih … terima kasih …,” teriaknya lantang sembari parasnya menunjukkan rona kebahagiaan seperti usai meminang istri untuk yang kedua kali. Terhitung hari itu juga, ia langsung mengimplementasikan metode marketing yang saya sarankan itu. Dengan semangatnya yang meletup-letup, ia berani memasang sebuah papan besar di depan tokonya, bertuliskan:



POTONG RAMBUT DI SINI, GRATIS TEH BOTOL!



Tidak sampai dua hari, pelanggannya mulai membludak. Bahkan, sekitar satu minggu kemudian, hampir semua orang datang berduyun-duyun dan rela antri untuk sekedar potong rambut ke tokonya. Antrian panjang terjadi bak pembagian sembako murah di kampung-kampung miskin.

Melihat fenomena demikian, seorang kompetitor di samping tokonya mulai geram dan tidak mau ambil diam. Kompetiror tersebut lantas berupaya keras agar tokonya yang mendadak sepi itu tidak serta-merta akan terlindas oleh seorang pesaing yang masih tergolong baru. Setelah melalui upaya berpikir keras memeras otak selama dua hari dua malam tanpa tidur dan tanpa makan, akhirnya ia menemukan sebuah metode marketing yang lebih hebat dan lebih sensational. Di suatu pagi, dengan sikap bangganya ia memasang sebuah papan besar di depan tokonya, isi tulisannya lebih mengancam:



POTONG RAMBUT DI SINI, GRATIS TEH BOTOL + GRATIS MAKAN!



Akibatnya, tak main-main! Antrian pelanggan membludak bak kereta api kehabisan solar. Seluruh toko potong rambut di komplek pasar Kebonagung Pasuruan mendadak sepi. Hanya dia yang merajai bisnis itu. Sesiapapun orangnya pasti akan lebih tertarik dengan penawaran macam demikian. Potong rambut, masih dapat teh botol, masih dapat makan lagi. Ia merasa berhasil dengan metode marketingnya itu.

Namun, seorang pria yang lain merasa cukup getar-getir dengan persaingan kawannya yang mulai tidak sehat itu. Ia geram, terhenyak, sekaligus gundah gulana dengan kondisi toko potong rambutnya yang semakin sepi pelanggan. Ia pun berupaya keras untuk mengatasi problema ini. Setelah melalui upaya proses berpikir mencari taktik, akhirnya ia menemukan sebuah metode hebat yang lebih sensational lagi. Dengan penuh percaya diri, di suatu pagi ia memasang plang besar di depan tokonya, yang bertuliskan sebuah kalimat yang akan menenggelamkan seluruh usaha potong rambut di komplek itu:



POTONG RAMBUT DI SINI, GRATIS TEH BOTOL + GRATIS MAKAN + DIANTARKAN PULANG



Anda pasti dapat menebak, bagaimana akhirnya? Tokonya langsung diserbu pelanggan. Kerumunan antrian pelanggan membeludak seperti kawanan semut mengerubuti potongan roti. Sedangkan toko yang lain semakin dibuat terlunta-lunta, tak ada yang laku, sepi tak terperi. Namun seorang kompetitor yang berada di sampingnya tidak mau ambil diam. Ia juga mulai merasa harus melakukan action baru menyikapi tantangan ini. Tak hanya berpikir keras memutar otak selama berhari-hari, ia bahkan rela berpuasa selama tujuh hari tujuh malam, dan bertapa selama empat pagi empat petang, demi, dan demi menemukan sebuah metode hebat agar dapat memenangkan kompetisi usaha potong rambut yang mulai gila-gilaan ini. Ia betul-betul telah menjadi pria yang spekulatif. Akhirnya pada suatu hari, ia berhasil menemukan sebuah metode hebat dan jauh super spektakuler. Dengan takabburnya ia memasang plang besar-besaran bertuliskan:



POTONG RAMBUT DI SINI, GRATIS TEH BOTOL + GRATIS MAKAN + DIANTARKAN PULANG + DIBERI UANG SAKU.

BUKTIKAN!



Sahabat, dari hikayat ini, dapat ditarik sebuah kesimpulan besar: Jika Anda menginginkan produk Anda laku keras, gunakan metode marketing yang masih belum digunakan oleh kompetitor lain.





Nb: Kesimpulan dengan konteks cerita sangat tidak nyambung. Mohon maaf, kisah di atas hanyalah cendaka bualan yang saya peroleh dari implementasi bisnis dan pemandangan kehidupan sehari-hari yang ngawur. Huehe ....



Surabaya, 12 Agustus 2009




Jikalau engkau sedang murung, datang-datanglah ke negeri kami, negeri kedamaian ...
Selamat datang di negeri kedamaian

Share ya ....

KLIK LIKE UNTUK MENDAPATKAN ARTIKEL MENARIK, GRATIS!!